Pantai Kisar Berpasir Putih

Tak banyak orang mengenal Pulau Kisar. Memang pulau ini kecil dan letaknya di Kabupaten Maluku Barat Daya, dan termasuk salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Selengkapnya »

Diving di Pantai Kisar

Finally, after a 8 days, I’ve gotten back to civilisation. Kupang to be exact, where I used to be based when flying the Cessna Caravans. And it’s good to be home! Selengkapnya »

Keindahan Danau Tihu di Pulau Wetar

Danau Tihu merupakan satu – satunya danau yang ada di Pulau Wetar, Kecamatan Wetar. Terletak 20 – 30 KM dari pusat Kecamatan. Danau ini dihiasi dengan panorama alam yang cantik dan mempesona. Selengkapnya »

Reruntuhan Gereja Tua Wonrelli

Gereja Imanuel dibangun pada tahun 1783, sebagai pusat tempat peribadatan umat Kristen di Pulau Kisar pada zaman penjajahan Belanda. Selengkapnya »

Jeruk Asli Pulau Kisar

Sebagai orang yang sangat menggemari buah-buahan, maka kemanapun pergi, saya pasti akan mencari tahu ada buah apa yang khas di sana. Syukur-syukur sedang musim buah tersebut di sana ketika saya datang. Saya pasti mencarinya. Selengkapnya »

 

Ibukota pindah ke Tiakur

Ibukota Maluku Barat Daya Pindah ke Tiakur

Tiakur

Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Barat Daya



Ke Tiakur, Bupati Orno ’’Hadiahi’’ Rekomendasi Pemekaran Kisar dan Sekitarnya

Selasa, 27 November 2012

AMBON – BERITA MALUKU. Tetesan air mata mengiringi upacara pengalihan aktivitas pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya dari Wonreli, Pulau Kisar, Kecamatan Pulau-pulau Terselatan, menuju Tiakur, Pulau Moa, Kecamatan Moa-Lakor, di Lapangan Ina Ama Wonreli, Senin (26/11) kemarin.

Warga yang belum ’rela’ aktivitas pemerintahan dialihkan hanya diam seraya meneteskan air mata melihat dari dekat proses evakuasi pegawai, inventaris kantor termasuk mobil-mobil dinas dengan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Badaleon, KMP Masela, dan dibantu sebuah landing craft tank (LCT) dari Pantai Nama Kisar menuju Kaiwatu dan Wakarleli di Pulau Moa.

Meski di bawah pengawalan aparat TNI-Polri, proses pengalihan aktivitas pemerintahan itu berlangsung tenang, dan berjalan sesuai agenda yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten MBD.

Untuk menghapus duka warga Kisar Bupati MBD Barnabas Nataniel Orno ’’menghadiahi’’ rekomendasi pemekaran calon kabupaten Kisar, Romang, dan Wetar kepada perwakilan masyarakat setempat.

Gubernur Karel Albert Ralahalu dalam sambutan Pencanangan Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten di Tiakur, Ibu Kota MBD menyatakan dirinya sangat bersyukur karena semua itu menandakan kita di Maluku, baik Pemerintah Provinsi maupun Pemkab MBD adalah pihak-pihak yang taat kepada ketentuan sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2008 tentang Pemekaran Kabuapaten MBD di Maluku.

’’Saya juga bersyukur karena prosesi pelepasan pengalihan penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari dari Wonreli ke Tiakur berlangsung dengan aman dan lancar. Semua pihak dengan kesadaran yang tinggi, mendukung dan menyukseskan momentum bersejarah ini,’’ ungkap Ralahalu.

Karena itu, lanjut Ralahalu, dirinya mesti ’’angkat topi’’ dan menyatakan rasa hormat yang tulus kepada seluruh masyarakat MBD.

’’Terlihat dengan jelas, bahwa dengan kecintaan yang tulus dan murni, seluruh warga MBD menyatakan dukungan dan memberikan atensi yang teramat besar, baik itu saudara-saudari yang hadir saat ini, ataupun mereka yang tak sempat hadir. Namun, saya yakin mereka akan turut berpartisipasi untuk suksesnya seluruh agenda ini, bahkan walau hanya melalui doa-doa bersama yang sengaja dikhususkan,’’ papar Ralahalu.

Tak lupa Ralahalu berpesan agar Bupati Orno dan Wakil Bupati Johanis Letelay serta jajarannya segera melakukan konsolidasi internal ke dalam birokrasi Pemkab MBD.

Bangun koodinasi dengan semua SKPD untuk memastikan langkah tindak lanjut pemindahan secara fisik.

Selain itu, memasuki Tahun Anggaran 2013, Pemkab MBD dalam koordinasi kemitraan dengan DPRD setempat perlu memprioritaskan hal-hal fundamental yang terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana fisik dan infrastruktur strategis. Pemkab MBD pun diharapkan tetap bijak dalam menata seluruh pulau atau daerah di wilayah itu.

’’Jangan pernah kesampingkanapalagi sampai menganaktirikan satu daerah dari daerah lainnya,’’ ingat Ralahalu.

Sebelumnya Bupati Orno tegaskan keinginan mengalihkan aktivitas pemerintahan dari Wonreli ke Tiakur bukan keinginannya semata, tetapi hal itu merupakan agenda pemerintah sesuai amanat UU pemekaran MBD.

’’Proses ini bagaikan makan buah simalakama, makan ayah mati, tak makan ibu mati,’’ ucap mantan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat masa bakti 2006-2011 ini. (rosa)

Sumber: Ke Tiakur, Bupati Orno ‘Hadiahi’ Rekomendasi Pemekaran Kisar dan Sekitarnya

 


Community Livelihoods at Romang Island

Subsistence Agriculture

IMG_7340

Most of the people living on Romang are farmers. They plant corn, yams, cassava, sago, vegetables, and dry rice. They do not use fertilizer for their plants because they find it unsuitable for the soil. Tubers, bananas, and vegetables are also planted in the rice field. Corn is grown separately from rice, but is also a major part of the staple diet. The sago palm is used both for food and also for roofing and building materials.

From August to September there is a dry season. During this time, people start to clear their fields and prepare farmland for planting. Each family plants 1 – 2 hectares of rice per year, with one rice harvest per year. In addition, they cultivate coconuts, and harvest forest and marine resources. Being island communities, they find it easy to catch fish, but unfortunately, as the nearest market is at Kisar, fishing is usually nothing more than a subsistence activity. This is surprising, due to the natural abundance of marine resources available.

These communities have traditionally raised pigs and chickens, and have now also started to raise goats, cows, and horses. Poultry and livestock are raised in the traditional manner and the animals seem healthy and robust. Fortuitously for those families raising chickens, the island has not experienced any avian influenza outbreaks to date. The village head in Hila himself has experience in raising chickens and pigs using intensive systems in Ambon. He believes the village would certainly benefit from training programs for these livelihood activities, as they have never received any such training from the department of agriculture.

Harvesting and Processing
In November, after the planting season, most people on the island are engaged in harvesting wild nutmeg from the forest. The nutmeg harvest is a profitable economic activity: one family member can get Rp.1.5 million at minimum, by working alone for one month.

At certain other times of the year, each community will come together to make copra, which is processed from coconut oil. This product is sold to Surabaya or Makassar.

Other Economic Activities
In addition to harvesting coconuts, the villages of Solath and Jerusu have recently begun harvesting seaweed. This is a new activity that has been promoted by the department of fisheries using long-line cultivation techniques. It is proving to be a profitable activity in these villages. In Solath, the community can harvest 15 tonnes of seaweed every 40 days.

The seaweed is purchased for the overseas market by traders from who arrive from Makassar. They pay around Rp.8,000 (about one aussie dollar) per kg. for the kelp. Harvests have already been conducted successfully several times in the village. The fisheries department is now also providing training in sea-slug harvesting (teripang) to the village of Jerusu.

Romang “The Golden” Island

Location and Transportation
El tari to Kisar
Romang and Kisar are neighbouring islands in the Moluccas, lying to the east of East Timor.  Lacking an airstrip, Romang is only accessible by boat, which takes four hours from Kisar. Kisar has an airstrip and is thus accessible by chartered flight from Kupang as well as by sea.

In addition to being a centre for logistics, Kisar is the administrative centre for the district- level government and will therefore play an important role in the development of Romang.

From Romang, small boats or passenger ships are used to travel to Kisar, Makassar or Ambon. There is a regular ferry (Perintis) that is scheduled to stop fortnightly at the jetty at Hila on a Wednesday.

There are no motorized vehicles at all on Romang, with the exception of one motorcycle cart. People cross the island on foot, sometimes with the assistance of pack ponies to carry loads. Small boats are used to circumnavigate the island and all of the settlements are on the coast.

Seasonal Winds

Seasonal winds have a major impact on access to Romang. The easterly wind that prevails from December to February causes ocean swells that prevent any seafaring for three months. This seriously disrupts the supply of basic commodities such as sugar, rice, and oil: such goods are all brought from Sulawesi by trading vessels.

From May to July there are westerly winds and the seas become calmer, making it possible to cross by small boat to Kisar. This is followed by the dry season, which begins in August, during which the sea is relatively calm.

Selamat Datang

Keindahan Alam Dan Budaya Maluku Barat Daya

Pantai Kisar

Pantai Kisar

Maluku Barat Daya bukan hanya deposit emas terbaik dunia, tetapi juga memiliki kekayaan alam yang begitu mempesona baik dari bukti sejarah seperti seperti Benteng Volanhaven dan Benteng Deleshaven lengkap meriam – meriamnya yang merupakan peninggalan bangsa Portugis dan Belanda dari abad XVII – XVIII serta Monumen VOC di pantai Nama dan gereja Tua di Pulau Kisar serta peninggalan lainnya di Kepulauan Maluku Barat Daya.

Pantai Kisar

Pantai Kisar

Keindahan alam Maluku Barat daya juga tercermin dari keindahan pantai dan wisata yang sangat menawan baik pantai nama dengan keindahan pasir putihnya, pantai jawalang dengan teluk karangnya, serta Nus Eden di pulau Romang dengan hamparan pasir putihnya, pantai klis dengan ombaknya yang menggulung, gunung Kerbau di Pulau MOA, Air panas di di wetar, air panas Kehli di Pulau Damer yang berasal dari puncak gunung dan membentuk tingkatan dimana setiap tingkatan suhu panasnya berbeda satu sama lain, Air terjun Weope di Desa Tela, Kecamatan Pp. Babar dengan sember air berasal dari sebuah goa dan dapat dijangkau dengan mendaki gunung ± 50M., Keindahan Danau Tihu yang menjadi sumber kehidupan bagi berbagai flora dan fauna di sekitarnya, Keindahan bawah laut pulau Luang dengan beraneka ikannya, dan keindahan pantai Matrialmanya dan masih banyak lagi keindahan yang dikasih tete maniez buat Maluku Barat Daya yang katong Cinta.

Danau Tihu

Danau Tihu

Selain keindahan panorama keindahan budaya berupa tarian adat, upacara – upacara adat juga begitu banyak budaya pahatan patung yang menawan, tenunan kain dengan motif yang indah dan kualitas terbaik, anyaman daun tuak dan rotan untuk hiasan dan alat – alat rumah tangga dan tentu saja lagu – lagu daerah yang indah yang selalu membuat anak cucu Maluku Barat Daya selalu mengenang tanah lelulur Maluku Barat Daya.

Gereja Tua Wonrelli

Gereja Tua Wonrelli